Pada mulanya kehidupan mereka ayem, tenteram, dan sejahtera; pertanian menjadi bagian hidup mereka. Hingga sekitar tujuh tahunan lalu keadaan berubah. Kini, 37 keluarga masih bertahan di tengah penggusuran.

Kericuhan aksi tolak pagar proyek terjadi pada 11 April 2018, ketika petani dan relawan melakukan perlawanan pendirian pagar proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) sepanjang 16 KM, sehingga berujung pada perselisihan.

Keadaan tersebut memberikan kekuatan warga Temon yang berlatar belakang sebagai petani untuk terus bertahan dengan cara hidup dan berkegiatan seperti biasanya.

Cara ini memberikan gambaran bahwa perlawan yang keras harus diimbangi dengan kesolidan tindakan sehari-hari dalam kehidupan warga yang saat ini tersisa di Temon sejumlah 37 keluarga.

Kabar sore dari Temon adalah bukti bahwa warga akan tetap bertahan berdampingan dengan pagar beton yang menjulang tinggi dan mesin-mesin alat berat.

 


Doni Maulistya

Tinggal dan bekerja di Yogyakarta sebagai seniman visual. Berangkat dengan medium fotografi dia menjelajah dunia visual. Hingga saat ini bekerja dengan berbagai medium dan disiplin.

 

Esai Foto ini sebelumnya diterbitkan di 37suara, proyek kolektif melibatkan musisi, seniman, dan peneliti dari berbagai wilayah yang menggemakan suara warga dalam 37 rumah yang masih dipertahankan di Temon, Kulonprogo

Facebook Comments