“Mere color, unspoiled by meaning, and unallied with definite form, can speak to the soul in a thousand different ways. ” ― Oscar Wilde.

Warna adalah identitas. Ia memberikan kita jati diri, perasaan bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada sekedar individu. Semangat kolektif yang membuat kita berbeda antara satu dengan yang lain. Pada banyak peradaban, warna kerap diletakkan sebagai identitas kultural, simbol status, hingga pembeda antara satu dengan yang lain.

Di peradaban barat hingga abad ke 19, warna pink adalah pembeda yang melekat pada anak laki-laki. “Anak laki-laki perlu memakai warna pink agar tumbuh menjadi sosok maskulin yang kuat,” tapi mengapa hari ini warna pink justru melakat pada perempuan dan warna biru menjadi identitas yang dipakai oleh laki-laki?

Dalam The Story of Colour: An Exploration of the Hidden Messages of the Spectrum, Gavin Evans menjelaskan bahwa setiap persepsi warna yang kita miliki adalah produk budaya. Pada titik tertentu ia adalah produk politik. Putih adalah simbol menyerah, merah adalah komunisme, dan kuning adalah simbol libertarian.

Tapi apakah yang membuat warna jadi penting untuk dibicarakan dalam konteks seni rupa?

Warna bicara tentang banyak hal. Kita memberikan Tafsir (dengan T besar) pada setiap pilihan warna yang ada. Merah bisa jadi kemarahan, hitam bisa jadi duka, putih adalah kerelaan, dan biru bisa jadi semangat. Tapi siapa yang memberikan Tafsir pada warna? Siapa yang memberikan identitas pada warna? 

Fur mengundang para seniman untuk membuat karya. Membicarakan warna sebagai sebuah peristiwa. Kami berharap warna bisa digunakan untuk menjelaskan realitas yang hadir di sekitar seniman atau bagaimana seniman menerjemahkan warna dalam bentuk karya seni. Warna adalah tema besar yang kami harap bisa digunakan sebagai ekspresi artistik.

Kami tak membatasi medium seni rupa yang digunakan dalam pameran kali ini. Fotografi, keramik, patung, lukisan, atau video. Selama ia bicara tentang warna dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi hidup manusia. Fur berharap warna bisa diterjemahkan secara luas tanpa terbatas medium.

Submit your artwork inspired by the theme of “Color” to be featured in our next issue.

How to:

Email us at least of 3 artworks inspired by Color, to submission@furdigital.com with the subject as: FURxColors – [artist name].

Share with use the following details:

  1. Name:
  2. Title of artworks:
  3. Medium of works:
  4. Year of artworks made:
  5. Where are you from:
  6. Write up about the artwork and how it’s inspired by “color”:
  7. Tell us about yourself:
  8. Instagram handle:
  9. Website:

Deadline: 25 July 2021, Sunday

We’ll see you on the flip side!

Facebook Comments